Aparat Polisi Menetapkan AH Sebagia Buronan yang Mengaku Utasan Presiden Utasan Jokowi

JakartaSatreskrim Polres City Jakarta Barat menetapkan AH sebagai tersangka kasus dugaan penipuan. Dalam aksinya, AH mengaku-ngaku sebagai utusan Presiden Jokowi.

Penetapan tersangka usai penyidik Reserse Kriminal Umum Polres Metro Jakarta Barat menyelidiki laporan dari seorang aktor bernama Fahri Azmi. Uangnya sejumlah Rp 75 juta dibawa kabur pelaku.

"AH sudah kita tetapkan sebagai tersangka," kata Kanit Kriminal Umum Polres City Jakarta Barat AKP Avrilendy saat dihubungi, Sabtu (28/8).

Avrilendy menerangkan, pihaknya menjerat AH dengan Pasal 372 KUHP dan atau 378 KUHP terkait dugaan penipuan atau penggelapan.

"Kita persangkakan di Pasal 372 dan atau 378 KUHP," ucap dia.

Sebelumnya, Fahri Azmi melaporkan kasus penipuan itu ke Polda Metro Jaya pada Rabu 14 Juli 2021 dengan nomor laporan LP/B/3472/ VII/2021/SPKT/ Polda Metro Jaya. Dalam perjalanannya, penanganan kasus tersebut dilimpahkan ke Polres Metro Jakarta Barat.

Dugaan penipuan sendiri bermula saat Fahri Azmi didatangi seseorang berinisial AH yang mengaku sebagai pejabat dan memiliki kedekatan dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Ia bertemu AH saat menghadiri ulang tahun temannya.

Saat itu, ia berbincang-bincang dengan AH. Fahri mengatakan AH membawa berbagai dokumen negara yang belakangan diketahui palsu.

AH juga sempat menunjukkan surat pengangkatan atas nama sendiri sebagai calon Menteri Kesehatan menggantikan Terawan. Pada surat itu, terdapat tanda tangan Mensesneg Pratikno yang belakangan juga diketahui palsu.

Kepada Fahri, AH mengaku sedang membutuhkan uang untuk dana talangan. Tanpa ada rasa curiga sedikit word play here, Fahri bersedia memberikan dana Rp 75 juta sesuai yang diminta.

Rupanya, uang yang disetorkan ke AH tak kunjung dikembalikan. Bahkan, AH menghilang bak ditelan bumi. Menurut keterangan Fahri, ada beberapa orang yang menjadi penipuan AH.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kisah Hidup Dian Sastrowardoyo yang Lahir di Keluarga Beda Agama dan Memilih Masuk Islam

Stok Vaksin Covid-19 di Jakarta Sangat Melimpah, Tapi Target Sudah Terlampaui

Potensi Sumba Timur Memanfaatkan UMKM Untuk Mendulang Rupiah