Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2021

Myanmar di Prediksikan Akan Menjadi Negara Gagal di Asia dan Menjadi Seperti Afghanistan

Jakarta -  Ketika para jenderal yang menguasai Myanmar menyusun sebuah konstitusi untuk membuka jalan bagi pemerintahan terpilih, meskipun tidak memiliki otoritas atas tentara, mereka menyebut pengaturan tersebut sebagai "demokrasi yang mengembangkan disiplin". Persaingan politik yang tidak terhalang, kata mereka, akan menyebabkan kekacauan dan menghambat pembangunan; hanya tentara yang bisa memastikan ketertiban dan kemakmuran. Tapi ironis, sejak tentara mengambil alih kekuasaan dalam kudeta 1 Februari, satu-satunya yang terjadi justru adalah kekacauan. Unjuk rasa harian merupakan sebuah penolakan terhadap kudeta, walaupun intensitasnya mulai menyusut sejak tentara mulai menembak para demonstran yang tak bersenjata. Para tentara mengamuk di distrik-distrik, memukul dan membunuh serampangan, dan dilaporkan membebankan keluarga yang berduka biaya sebesar 120,000 kyat atau sekitar Rp 1,2 juta untuk membebaskan jenazah anggota keluarganya yang terbunuh. Warga membakar toko-toko ...